/ ROMANSA, WISATA

Wisata hati, Wisata diri; Eksotisme Kecamatan Paciran

Paciran ❤ Lamongan

Kecamatan Paciran merupakan sentra pariwisata kabupaten Lamongan. dan bisa jadi merupakan salah satu destinasi wisata Jawa Timur yang patut jadi pertimbangan para traveller. Adanya Wisata Bahari Lamongan yang notabene merupakan Jatim Park berbasis pemandangan pantai (mengingat beberapa Jatim Park berada di Pegunungan), Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR) yang merupakan resort dengan sajian pemandangan tanjung yang eksotisme-nya tidak diragukan lagi, sampai dengan ASDP (terminal laut) yang terletak di dusun Genting desa tunggul kecamatan Paciran, merupakan kombinasi apik untuk mengangkat kecamatan Paciran menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi ‘lirikan’ traveler dan backpacker Indonesia maupun mancanegara.

Perjalanan yang dimanja dengan hembusan angin kencang dan khas pemandangan laut di sepanjang jalan merupakan godaan tersendiri bagi traveler maupun backpacker yang ingin menyambangi Paciran. Bahkan tidak kalah dengan destinasi wisata berbayar, terdapat pula pantai karang penanjan (ed: dikenal sebagai pantai Lorena, Lore Penanjan)yang baru-baru ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi traveler dari luar kawasan Paciran. Pantai penanjan menyuguhkan pantai karang yang membentang seakan melambai dan mengajak siapa saja yang melewatinya untuk berhenti sekedar menikmati pemandangan laut dan tanjung yang memanjakan mata, atau untuk sekedar menyalurkan hobby selfi berlatar belakang laut karang yang sangat menggoda. Pantai ini ada di dusun penanjan desa Paciran kurang lebih 500 meter sebelah barat WBL, dan anda bisa menikmatinya dengan gratis tanpa di pungut biaya apapun karena letaknya ada persis di Jl dendelsh atau jalan pantura, yang pasti akan anda lewati jika anda berasal dari barat Kecamatan Paciran.

Masih belum berhenti disini, bagi traveler yang menyukai sejarah sekaligus wisata religi juga memiliki destinasi yang terbilang cukup banyak nan menggoda. Makam Sunan Drajat atau Raden Qosim di Desa drajat dan Ayahanda dari sunan Giri yakni Maulana Ishaq yang ada di desa kemantren ini contohnya. Tidak ketinggalan pula makam Raden Noer Rahmat atau yang dikenal dengan Sunan Sendang dhuwur, notabene merupakan peninggalan sejarah dan saksi bisu abad penyebaran islam di tanah jawa.

Masih terdapat jelas sisa-sisa peninggalan mereka yang masih bisa kita simak sebagai penguat sisi religiusitas kita, prasasti-prasasti asli yang mengiringi perkembangan tanah jawa sampai saat ini sebagai pengingat asal usul segala kemudahan yang kita dapatkan sekarang dalam gerusan modernisasi zaman pada dewasa ini.

Jauh dari hingar bingar wisata glamor seperti Wisata Bahari Lamongan dan Maharani Zoo dan Goa (pen: agak aneh sebenarnya kalo menyimak istilah ini, kalau mau Inggris kenapa _gak Inggris sekalian. Kalau bahasa Indoneisa ya Indonesia saja, eh ini malah bahasa campuran…_) masuk ke Desa Kranji dalam Dusun Tepanas, terdapat wana wisata pemandian air hangat ‘Brumbun’ yang mungkin tidak banyak wisatawan non-lokal tahu, mengingat letaknya yang agak menjorok ke hutan dan minimnya sosialisasi dari dinas pariwisata kabupaten. Tetapi bagi wisatawan lokal, tempat ini tidak pernah sepi. Walaupun dengan fasilitas seadanya tapi sangatlah cukup sebagai alternatif penyegar badan dan relaksasi alam yang memanjakan mereka dari segala kepenatan aktifitas kehariannya.

Setelah puas dengan segala relaksasi diri yang tersajikan di kecamatan Paciran, belumlah lengkap rasanya kalau belum mencicipi kuliner khas kecamatan paciran yang tentu saja tidak ada duanya di tempat lain. Berjajar di sisi kiri dan kanan jalan Jl. Raya Deandels di sekitar kilometer 74, terdapat banyak sekali penjual makanan-makanan khas Kecamatan Paciran, tinggal tentukan saja selera dalam ‘model gubuk sederhana’ mana yang memancing anda untuk sejenak merehatkan badan setelah seharian memanjakan mata, karena memang konsep seperti ini lah yang di usung para penjaja makanan khas Paciran ini.

Jumbreg Paciran

Dimulai dari Jumbreg, Es Dawet Siwalan atau lebih dikenal sebagai ‘ental’ (dalam bahasa lokal Paciran_red). Legen khas Paciran yang manis segar dan tak lupa buah siwalan-nya juga, yang tentu saja semua itu akan sangat memanjakan lidah kita dan membuat kita akan selalu merasa ingin kembali menikmatinya lagi dan lagi.

Oke… it’s time to go home…..!!!!!

Semua sudah berkemas, jangan lupa oleh-oleh untuk yang dirumah, semoga berkesan dengan perjalanan kali ini dan jangan lupa untuk bercerita dengan siapa saja tentang semua ke-eksotisan kecamatan Paciran ini. Tentu saja jangan lupa untuk sempatkan waktu datang kembali

#PaciranBerkesan,

editor: jon mukidi

itmam

It Mam

Hitam dengan kungkungan putih bersama cahaya yang mengiringi bentuk yang melingkar tapi terputus-putus di setiap bagian

Read More