/ EKONOMI, OPINI

Ngono Ae Kok Mbayar!

Air itu gratis, tapi ketika anda minta orang lain mengambilkan dari gunung, mengemasnya dalam botol untuk anda atau menyalurkannya kerumah anda, maka anda harus bayar.

Udara itu gratis, tapi ketika anda minta orang lain memasukkannya ke dalam ban kendaraan anda, maka anda pun harus bayar.

Cahaya itu gratis, tapi ketika anda minta orang lain dengan ilmunya sehingga cahaya masih bisa hadir saat matahari tak hadir, maka anda harus bayar.

Membuat video pake hape itu gratis, tapi ketika anda berkspektasi ada cinematic-nya, angle dan permainan kamera maupun editing, color grading yang mempesona dimana diperlukan skil editing maka juga anda harus bayar.

Ada banyak kasus semisal di atas, yang mungkin tidak bisa ditulis satu persatu kasusnya karena akan terlalu melelahkan untuk anda baca. Ada chief yang begitu mengolah semua makanan jadi nikmat, ada fashion desainer & tailor yang mampu menyulap penampilan jadi modis, elegan dsb. Dst. Dst.

Ilmu itu gratis, tapi ketika anda minta orang lain mempelajarinya, mengujinya, menyaringnya hingga ketemu formula terbaik, maka anda harus bayar.

Jadi please deh, jangan seenaknya ngomong ilmu itu milik Allah, masak harus bayar!? 😗 Ya semua yang ada di dunia ini milik Allah, termasuk barang-barang yang sampeyan punya. Tapi apa boleh bila orang lain seenak jidat ambil barang anda dengan alasan milik Allah?

Bahannya bisa jadi gratessss… Menuju untuk mendapatkan yang gratis itu bisa berdarah-darah mas bro…

Miyabi dukung Timnas Indonesia

Penuntut ilmu pasti paham, kalau dari “bodoh” menjadi “pintar” itu perjuangannya luar biasa. Bisa ada tangisan, luka, kurang tidur, rasa gelisah, mental dan fisik ditempa.

Anda boleh membayar selembar kertas kosong seharga satu rim kertas, akan tetapi saat selembar kertas diisi dengan desain arsitektur atau grafis, maka anda tidak bisa lagi menghargakannya seharga kertas kosong melompong itu.

Ketahuilah, ada seorang mahasiswa yang dulu dimarahi dosen karena salah hitung/salah faham dengan materi yang disampaikan, hingga jatuh sakit thypus karena begadang dan ngejar waktu dosen. Ada juga kisah mahasiswa yang berangkat kuliah dengan jalan kaki dengan perut kosong demi ongkos pulang dan makan malam doang. Ada juga mahasiswa lainnya dengan kasus penderitaan berbeda yang sekarang bisa bantu menyelesaikan kebutuhan kamu sesuai yang kamu mau dan kamu seenaknya bilang; “kan tinggal googling dan copas aja di internet.” Bangsat sekali prinsip hidupmu?

Jadi pantaslah kita untuk menghargai mereka yang telah capek-capek mencari ilmu, dan pada akhirnya bisa membantu kita untuk mendapatkan fasilitas dan berbagai kemudahan 💝

Lupakan kalimat pamungkas untuk minta tolong “kan teman”, karena kata tersebut mestinya anda membayar lebih mahal dari standar harga pasaran. Karena artinya anda tahu perjuangan teman tersebut bagaimana ia bisa berdarah-darah meraih apa yang menjadi keahliannya saat ini. Jika tidak bisa lebih membayarnya lupakan kata teman.

Terlebih jika teman tersebut mencurahkan professionalitas kerjanya pada bidang itu. Tahu arti kata professional? Iya, ia menggantungkan kehidupan/pendapatan dari hal yang ditekuninya, sebagaimana seorang dokter menggantungkan hidup dari memeriksa dan mengobati pasien. Selayaknya pula kita secara profesional pula dalam membayar.

Contoh diatas mungkin biasa saja, akan tetapi yang lebih keki kalau ada yang nawar sambil ngeremehno. Misalnya, “Cuma segitu aja masa harganya sekian? Orang lain ngasih serpis beginian gratis loh? Udah, seharga ini saja. Saya cuma punya uang segitu.”

Atau; “tuh khan cuma gak sampai sejaman selesai, jadi harganya jangan segitu ya plis”

Hai.. If i do a job 30 minutes it’s because i spent 10 years learning how to do that in 30 minutes. You owe me for the years, not the minutes, Dude!”

Ketahuilah semua project matur tengkyu bisa membuat utang semakin menumpuk dan janji-janji ke (calon) anak istri sering tidak terpenuhi. You hurt me.

mukidi

Jon Mukidi

GaPenting, buronan para penagih hutang, reskrim, camer, hingga homo keparat yg keponya kebangetan.

Read More