/ INTERNET, FILM

Menikmati Seramnya Dunia Maya dalam Film Searching (2018)

Paciran ❤ Lamongan

Film kriminal misteri millenial ini layaknya guide bagi orang awam untuk melakukan stalking alias ngasih sampeyan cara untuk mencari rekam jejak digital seseorang. Film ini juga membuat sampeyan cerdas dalam berselancar di dunia maya.

Sudah nonton Film Searching (2018)? Sebuah film misteri yang bercerita tentang pembunuhan, penculikan, dan detektif boleh dikata tricky. Alasannya, tidak semua film misteri mampu membuat penonton tetap fokus sepanjang film. Apalagi jika isinya hanya seputar pencarian sesuatu atau seseorang, dengan bumbu adegan gepuk-gepuk-an (baku hantam). Tampaknya, plot tersebut sudah buuuppiyasa. Namun, berbeda dengan film Searching. Film yang sudah muncul b4j4kannya ini digarap dengan brilian meski plotnya sodok pasaran.

Sinopsis: Bercerita tentang David Kim, seorang ayah yang tengah kehilangan anak semata wayangnya bernama Margot Kim. David pun melaporkan peristiwa kehilangan putrinya pada pihak keamanan. Kemudian, dia mendapat bantuan dari seorang detektif untuk memecahkan masalah kehilangan anaknya. Namun, dalam waktu 37 jam, Margot tidak kunjung ditemukan. Hingga, David mendapatkan cara sendiri untuk menemukan putrinya.

Sekilas, membaca sinopsisnya, sampeyan bakal ngroso film Searching punya plot yang umum: penculikan yang melibatkan detektif. Begitu pula ketika sampeyan lihat cuplikannya di Youtube, jekene kok biasa saja. Nah, hal ini menimbulkan dua persepsi. Pertama, bisa membuat orang penasaran dengan filmnya karena ulasan di media luar negeri yang positif. Kedua, justru bisa jadi boomerang buat penonton yang tertarik nonton film karena sinopsis dan video cuplikannya.

Film yang disutradarai oleh Aneesh Chaganty ini bisa dibilang berpotensi masuk Academy Awards 2019. Soalnya, film ini mampu membuat penonton (saya) ikut larut dalam cerita. Film Searching tidak membuat sampeyan sekadar jadi penonton yang lagi butuh hiburan. Film ini justru membuat sampeyan ikutan mikir soal masalah di dalamnya. Yap, dengan kata lain, film ini juga mengajak sampeyan merasakan hal yang dialami pemeran utama.

Kalau sampeyan pernah nonton film Unfriended (2014), film ini punya treatment yang hampir sama. penonton tidak diberikan kesempatan untuk melihat para pemeran tanpa perantara. Maksudnya, sepanjang film, sampeyan cuma melihat para pemeran melalui media seperti, layar laptop, ponsel, televisi, dan dunia cyber lainnya. Bedanya, film Searching tidak menyuguhkan kesadisan dari makhluk tak kasat mata seperti di film Unfriended (2014). Sebaliknya, film ini menampilkan sisi seram manusia yang bisa kapan saja menyerang sampeyan. Film ini bertutur tentang sebuah pencarian. Tidak hanya pencarian yang dilakukan para pemeran, tapi juga mengajak sampeyan ikut melakukan “pencarian”. Sutradara Chaganty bisa dibilang berhasil membuat sampeyan ikutan hadir dalam film.

Uniknya, film ini relate abis dengan perilaku manusia di internet. Kalau sampeyan suka stalking seseorang, film ini layaknya guide bagi orang awam untuk melakukan stalking. Lebih tepatnya, film ini ngasih sampeyan cara untuk mencari rekam jejak digital seseorang. Film ini juga membuat sampeyan cerdas dalam berselancar di dunia maya.

Kalau banyak film yang cuma mengandalkan satu plot twist demi mengejutkan penonton, film ini justru sebaliknya. Searching malah memiliki banyak plot twist yang membuat sampeyan terus dikasih kejutan. Di akhir film sampeyan bakal takjub kepada Chaganty. Kok bisa-bisanya dia kepikiran membuat plot sederhana tapi mind-blowing.

Penokohan

Hebatnya, Chaganty tidak memakai orang yang benar-benar awam soal internet sebagai pemeran utamanya. Dipilihnya John Cho sebagai pemeran utama, David Kim, tidak membuat sampeyan kesel tentang perilakunya. Sebaliknya, sampeyan malah dibuat salut oleh akting Cho. Dia bisa jadi bapak yang peka dan logis. Dalam waktu yang bersamaan, sampeyan bisa merasakan kekhawatiran seorang ayah ketika anaknya menghilang secara misterius.

Dibintangi oleh Michele La sebagai Margot remaja yang garai sampeyan gregetan, penasaran, sekaligus prihatin dengan hilangnya remaja 16 tahun itu. Sebenarnya, pemeran Margot ada tiga orang lagi. Mereka adalah Alex Jayne Go sebagai Margot lima tahun, Megan Liu sebagai Margot tujuh tahun, dan Kya Dawn Lau sebagai Margot sembilan tahun.

Lalu, ada Debra Messing sebagai detektif yang menolong David Kim. Ada satu kejutan darinya yang membuat sampeyan godek-godeg. Ada Sara Sohn sebagai Pamela Kim alias nyokap Margot yang membuat sampeyan terharu di awal film. Memang, tidak banyak pemain yang tampil, tapi justru membuat film makin fokus.

Audio Visual

Soal visual, sampeyan tidak bakal mendapati gambar layaknya film-film lain. Satu waktu sampeyan seakan jadi orang di depan layar yang mengetahui setiap perilaku pemeran utama. Sampeyan juga seakan jadi orang yang ikut dalam film karena seluruh kejadian di desktop laptop terekam tanpa ada jeda. Yap, film ini pakai sudut pandang monitor atau screencast.

Sedangkan efek suara yang ditampilkan benar-benar sudut pandang media komunikasi. Seperti rekaman suara saat menelepon, rekaman suara di laptop, dan suara-suara yang dihasilkan perangkat media komunikasi. Ditambah, suara notifikasi media pun terasa nyata.Meski penuh teka-teki dan ketegangan, Chaganty mampu memberikan sedikit komedi yang membuat ngakak tapi tidak murahan. Film plot sederhana ini terasa lebih spesial karena mampu memanfaatkan semua sisi dari internet dengan cukup lengkap. Bahkan tanpa harus menggunakan pemain terkenal. Selain itu kejadian di film ini berjalan secara real-time yang dapat dengan msudah kita pahami.

Nonton Karo Sopo Enak-e?

Film Searching ditujukan untuk penonton 13 tahun ke atas. Jadi, kalau sampeyan pengen mengajak dedek kecil di bawah usia tersebut, ojo! Sampeyan gak pengen toh, kalau fokus sampeyan terganggu dengan kerewelan mereka? Satu lagi, sebelum nonton, pastikan sampeyan tidak sedang murus-murus atau tidak minum banyak. Soale nek sampeyan klewat sak scene, sampeyan bakal rugi. Film ini sudah ditayangkan sejak 24 Agustus 2018 lalu. Tetapi ya itu, saya baru bisa nonton baru-baru ini karena menunggu versi b4j4k4nnya berkualitas bagus.

mukidi

Jon Mukidi

GaPenting, buronan para penagih hutang, reskrim, camer, hingga homo keparat yg keponya kebangetan.

Read More