/ ROMANSA, BUDAYA

X-nya Kawan Karib, Masuk Pak Eko?

Paciran ❤ Lamongan

Benar kata Kaji Sukadi bahwa rasa cinta adalah pengejawantahan ke-egois-an individu yang normal, terkadang menjadi sebuah keharusan. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan apa yang menjadi cita-cintanya jika tidak egois? Kalau perlu milik kawan yang tak terlalu karib-pun bisa kena tikung. Demi pemenuhan ego yang suci.

Masuk Pak Eko

Kadang mencintai ini bisa menjadi sebuah narasi cerita yang ingin diceritakan dalam bentuk ilusi dicintai oleh yang sedang dicinta. Agar terjaga dari syak-wasangka orang lain bahwa dirinya seorang jomblo. Sebuah ilham yang baru terpikirkan, “Akan Saia laksanakan pada acar kondangan siang nanti,” Saia mendesis mantap ketika sedang ngopi di warung kopi langganan, Minggu pagi. Masuk Pak Eko!

Ritual kondangan, adalah salah sekian dari daftar panjang derita para perjaka. Utamanya, bagi perjaka yang masih saja sendiri ketika kawan-kawan karib menggamit lengan sang istri yang sedang menggendong buah hati atau paling tidak menyeret kekasih yang menggelayut manja di pundaknya sembari tak henti wiridan harga-harga tas dan sepatu cantik yang di-inginkan-nya. Jadi, perlu strategi cerdas agar saat resepsi nanti tidak tolah-toleh seperti wedus kopok, dan (untungnya) Saia termasuk orang yang terhindar dari kemalangan perjaka itu.

X-nya Kawan Karib

Demi mewujudkan kesan bukan jomblo, konspirasi manis pun tersusun. Cukup berbekal nekat dan tak tahu malu, Eks-nya kawan karib pun tak mengapa. Meskipun pada awalnya situasi ini tercipta dari sebuah keterpaksaan, skenario ala telenovela ini berjalan dengan baik dengan dukungan partner yang cukup tak tahu malu juga.

Adegan saling berbisik-bisik ditelinga ketika sedang duduk berdua dalam acara kondangan, atau saling lempar senyum saat ada yang mendekat untuk menyapa, atau saling membantu menghabiskan menu prasmanan dalam sesi makan-memakan, berjalan begitu mulus, begitu rapi. Sebuah ilusi sempurna, yang tak membutuhkan peran Deddy Corbuzier.

Entah Saia yang memanfaatkan situasi untuk menghilangkan status jomblo untuk sementara atau dimanfaatkan partner untuk manas-manasi X-nya yang kebetulan adalah kawan karib Saia sendiri, adalah hal yang tak jelas. Dalam alur telenovela ini, posisi memanfaatkan atau dimanfaatkan sudah tak jadi soal. Sebab, sak ngertiku, memang belum ada batasan atau definisi khusus yang pernah dirumuskan oleh pakar sosiolog.

Masuk Pak Eko

Hasil akhir dari skenario ini pun tetap menjadi misteri. Berperan untuk siapa? Hasilnya apa? Semua serba GG dan GJ, gak guna serta gak jelas.

Yang paling penting adalah: Siapa yang tertipu? Pada akhirnya, yang tertipu tak lain tak bukan adalah Saia sendiri. Pun yang kemudian tersisa hanyalah ujaran: “Masuk Pak Eko”. Tetep ngenes

mukidi

Jon Mukidi

GaPenting, buronan para penagih hutang, reskrim, camer, hingga homo keparat yg keponya kebangetan.

Read More