/ MENULIS, INDONESIA

Selamat HUT ke-73, Dirgahayu RI-ku!

Paciran ❤ Lamongan

Hari ulang tahun ke-73 Negara Kesatuan Republik Indonesia, cuma bisa mengucap: Dirgahayu Negriku! dalam sepi warung kopi ber-wifi. Sementara itu, tangan masih menempel di layar smartphone, tak ada kepalan tangan.

Sembari membolak-balik browser buatan Microsoft terbaru yang kini juga hadir di platform Android: Edge. Menekuri beberapa artikel yang (barangkali) ada manfaat-nya. Salah satunya berjudul “How to hack wi-fi password using new attack on WPA/WPA2”.

Penasaran? Baca saja di situs techworm, tak begitu berguna sih kalau main-nya di lokalan sini. Kan tahu sendiri, warkop wi-fi di Paciran itu ada taboo yang bunyinya kurang lebih dilarang bawa tanktop. Tentu demi kenyamanan sesama penikmat bandwith gratisan.

Baca Tulis vs Tonton Rekam

Malah ngelantur kan? Saya ini memang gak cocok kalau disuruh nulis bertema berbau kemerdekaan, kebangsaan, sosial atau yang semarga. Seperti saat ini, sebelum menulis artikel aneh ini ( – dengan judul yang aneh juga), sebenarnya saya baru saja utak-atik url shortener buat membentengi pemendek-link-berbayar (singkat saja PLB biar gampang) demi kelangsungan hidup situs-film-bajakan yang juga baru selesai dibuat. Pokoknya, kalau link yang dihasilkan oleh PLB ini di sebarkan di Facebook akan di-blok. Jadi harus dikasih benteng.

Merdeka atau Mati. Baydewey, menyoal mati. Nafas saya sebagai blogger sudah kembang-kempis, seperti kena penyakit bengek. Tertindih ganasnya yutuber. Bisa dimaklumi, sebab panduan maupun referensi itu lebih menarik berupa audio-visual. Sekarang mana laku tulisan dijual? Baca tulisan 4 paragraf saja rasanya mata sudah sepet. Lebih enak menikmati film-film bajakan yang bisa ditemukan dengan mudah. Tentu dengan beberapa pengecualian, misalnya: literatur kedokteran atau diktat mata kuliah manajemen bisnis. Saia mana mampu memproduksi hal-hal luar biasa tersebut?

Wait… saya enggak mau mengkaitkan minat baca dengan mundurnya kualitas intelejensia generasi jaman naw. Saya ndak punya bukti dan ndak tahu-menahu. Wong saia saja malas baca tulisan sendiri. Jadi, saya buatlah itu pernak-pernik buat melanggengkan situs penyedia film-film pak tani. Begitulah kira-kira usaha agar tetap bisa survive plonga-plongo.

Sudah.

Intinya, Paciran tak seramai tahun lalu, :) itu saja yang saia tau.

Jangan bereaksi seperti ini: “WHOOOOT!!! Kalimat penutupmu gak nyambung dengan isi tulisanmu!” Karena jawaban pertanyaan itu sudah jelas: “Judulnya kan HUT RI ke-73”.

mukidi

Jon Mukidi

GaPenting, buronan para penagih hutang, reskrim, camer, hingga homo keparat yg keponya kebangetan.

Read More